Bab 6: Elemen Ganda Alami (Bagian 2)
ID Sub IndoDunia jiwa yang hampa itu kini memiliki setitik cahaya. Mo Fan berusaha merasakannya dengan saksama, dan tiba-tiba ia menemukan sepetak debu bintang yang sangat, sangat kecil muncul di dalam kehampaan dirinya.
Mo Fan meluap kegirangan!!!
Debu bintang ini terlalu penting bagi seorang penyihir. Inilah tolok ukur utama untuk menilai tingkat kultivasi seorang penyihir. Ia bersemayam di dunia jiwa penyihir, dan semakin luas ruang hampa yang dikuasainya, semakin tinggi pula tingkat kultivasi penyihir tersebut!
Di dalam debu bintang itu, Mo Fan sudah bisa melihat ada sesuatu yang menyala. Sepertinya itu sepetak kecil debu bintang berwarna ungu. Dibandingkan dengan keseluruhan dunia jiwa, debu bintang ini memang kecil bagai butiran debu, tetapi itu sekaligus berarti kebangkitannya tidak gagal. Di buku tertulis jelas-jelas bahwa jika di dunia jiwa sudah ada debu bintang, sekecil dan seredup apa pun itu, artinya kebangkitan berhasil!!
Hahahaha, siapa yang bilang gue bakal gagal bangkit!
Bukankah gue berhasil bangkit?
Rasanya ingin segera melihat wajah Zhao Kunsan dan Mu Bai yang berubah masam.
Hm?
Tunggu, debu bintang itu warnanya apa?
Bukan merah. Sayang sekali, yang tidak terbangkitkan justru elemen Api.
Debu bintang merah mewakili elemen Api.
Debu bintang hijau kebiruan mewakili elemen Angin.
Debu bintang cokelat mewakili elemen Tanah.
Debu bintang biru mewakili elemen Air.
Debu bintang keemasan mewakili elemen Cahaya.
Debu bintang ungu mewakili……
Anjir!!!
Mendadak, Mo Fan terpaku sepenuhnya!!
Ungu!!
Debu bintangku ungu, debu bintangku benar-benar ungu!!!
……
"Ya Tuhan, ada yang membangkitkan elemen Petir di kelas sebelah!"
Di lapangan, tiba-tiba terdengar seorang murid berseru kaget.
"Apa, apa, muncul elemen Petir?? Gila, keberuntungan hasil kultivasi berapa kehidupan itu."
"Di mana, di mana? Wah, ungunya keren banget. Wali kelas 7 pasti sampai kaget setengah mati."
"Huhuhu, bunuh saja aku. Kenapa aku elemen Air, kenapa aku tidak diberi elemen Petir? Jangan ada yang menghalangiku, aku mau ke atap."
"Jangan berulah, kau takkan mati kalau lompat. Di bawah sudah bertumpuk jasad para elemen Cahaya."
"Murid elemen Petir ini bakal mengalahkan seisi lapangan!"
Begitu elemen Petir muncul, seluruh lapangan langsung gempar!
Kalau elemen Api adalah pilihan pertama semua penyihir kalangan rakyat biasa saat kebangkitan pertama, maka elemen Petir sudah seperti elemen pertama yang sempurna, anugerah dari langit. Kekuatan petir yang lebih ganas daripada api membuat seorang penyihir sudah memiliki daya tempur mengerikan untuk menghadapi banyak lawan sekaligus bahkan di tingkat dasar. Ada guru-guru yang pernah mendata: kecuali mereka yang menyia-nyiakan diri dan tidak belajar, lebih dari lima puluh persen murid yang membangkitkan elemen Petir berhasil menembus batas menjadi penyihir tingkat menengah!
Ujian kelulusan sihir tingkat menengah langsung mengeliminasi sekitar 60 persen murid sihir, menyisakan 40 persen yang menjadi murid terbangkitkan.
Dari sekelompok murid terbangkitkan ini, mungkin 60 persennya masih akan tereliminasi juga, sebab selama tiga tahun masa SMA sihir mereka barangkali tak akan mampu melancarkan satu pun sihir.
Dari seribu lima ratus murid baru di seluruh sekolah, hanya 1 orang yang membangkitkan elemen Petir. Itu saja sudah cukup menunjukkan betapa menggemparkannya elemen Petir!!
……
Dalam sekejap, pandangan seluruh guru dan murid di sekolah serempak melesat ke arah murid lelaki di kelas 1-7 itu. Kebetulan sekali murid itu juga mengenakan pakaian berwarna ungu, sehingga busur-busur petir ungu samar yang muncul dari kebangkitannya tampak semakin mencolok dan memikat. Seketika lelaki yang tampak percaya diri, angkuh, dan dingin itu menjadi pusat perhatian ribuan orang, membuat seisi sekolah bergemuruh!!
"Eh, kok ribut sekali?" Mo Fan perlahan membuka matanya, kegembiraan terpancar jelas di wajahnya.
Namun begitu ia membuka mata, ia mendapati guru yang semula memperhatikannya justru sedang menengadah menatap kelas sebelah, sampai terpesona.
Mo Fan menoleh, dan menemukan semua teman sekelas di belakangnya juga sedang menatap kelas sebelah.
Ada apa ini??
Kalian semua sedang melihat ke mana???
Tak lama, Mo Fan akhirnya menyadari masalahnya.
Ternyata di kelas sebelah muncul seorang elemen Petir, dan tepat pada detik ia sendiri terbangkitkan, pandangan seluruh guru dan murid sekolah serempak tertuju pada orang yang bangkit selangkah lebih cepat darinya!
Dengan wajah tersiksa, Mo Fan menatap busur petir ungu yang juga meletik-letik di atas Batu Kebangkitan. Ia sungguh ingin menampar wajah wali kelasnya dan berkata: kau iri pada kelas sebelah untuk apa? Gue juga elemen Petir yang super keren luar biasa!!
Mo Fan baru hendak membuka mulut, tiba-tiba Batu Kebangkitan yang seharusnya sudah selesai bekerja kembali memancarkan kilau bintang, mengalir bagai aliran darah dan berkumpul ke arah telapak tangan Mo Fan.
Wajah Mo Fan penuh keheranan!
Bukankah kebangkitan sudah selesai? Kenapa Batu Kebangkitan ini aktif sekali lagi?
Mo Fan hendak menarik tangannya, tetapi daya sihir itu sudah mengalir dari telapak tangannya ke seluruh tubuh.
Panas membara.
Segumpal energi yang membara!
Mo Fan sendiri tidak tahu apa yang terjadi, tetapi suatu kekuatan mendorongnya untuk kembali masuk ke dalam dunia jiwanya, merasakan invasi kekuatan kedua ini.
Di dalam dunia jiwa yang hampa, debu bintang ungu itu masih berkilau redup di wilayahnya sendiri, tampak sangat mendambakan seseorang membuatnya lebih cemerlang dan lebih berkembang.
Itulah debu bintang elemen Petir Mo Fan, kekuatan yang baru saja terbangkitkan.
Namun kekuatan kebangkitan yang lain menerobos masuk seperti halnya elemen Petir sebelumnya, melintas di dunia jiwa Mo Fan membentuk sebuah garis busur api yang mencekam pandangan, tampak bagaikan meteor yang terbakar, membuat sekujur tubuh Mo Fan bergetar!
"Ini… ini adalah……"
Di dunia jiwanya muncul sepetak "debu bintang merah"!!!!
Mo Fan mula-mula agak bingung, tetapi setelah itu ia sepenuhnya jatuh ke dalam kegembiraan yang nyaris gila!!!
Elemen Api!!!
Ia membangkitkan elemen Api lagi!!!
Ternyata elemen ganda!!
Ia benar-benar membangkitkan elemen ganda!!!!
Perlu diketahui, di tingkatan penyihir tahap dasar, semua murid hanya mungkin membangkitkan satu elemen. Orang dengan elemen ganda alami boleh dibilang tidak ada—peluangnya puluhan ribu kali lebih kecil daripada peluang satu per seribu untuk elemen Petir!!
Ya Tuhan!!
Mo Fan merasa dirinya seketika ditumbangkan hingga pingsan oleh kebahagiaan.
Munculnya elemen Petir saja sudah membuatnya girang tak terkendali. Kini elemen Api Berkobar muncul pula, menjadikannya pemilik elemen ganda alami—ia sampai ingin menangis karena terlalu bahagia!!
Mo Fan yang pernah membaca pengetahuan sihir sangat, sangat paham: satu elemen tambahan berarti sudah unggul atas orang lain sejak titik awal, sebab kultivasi antar elemen berjalan secara terpisah.
Seperti sebuah game online: semua orang di seluruh server hanya bisa membuat satu akun lalu bersusah payah membantai monster, naik level, dan berlatih, sementara ia langsung membuat dua akun. Yang paling penting, kedua akun itu bisa dilebur ke dalam satu karakter, jadi daya tempurnya bukan lagi soal 1+1=2!
Ini keren banget!!
Gue punya elemen ganda alami, satu elemen Petir yang dahsyat, satu elemen Api yang brutal—lihat, siapa yang bisa menghalangi gue!
Rasa hina karena ayahnya menjual rumah dan rasa bersalah yang menenggelamkannya lenyap seluruhnya pada saat itu. Mo Fan sangat, sangat paham: jika ia berkultivasi dengan baik, berusaha dengan sungguh-sungguh, dan mengembangkan kedua elemennya, ia akan berdiri di atas para penyihir setingkatnya!
Keluarga Mu dengan warisan ratusan tahun apalah, klan Es Beku apalah—apa mereka bisa sehebat elemen ganda alami milik gue!!
Hahaha, hahaha, hahaha!!!