Bab 45: Serigala Siluman
ID Sub IndoDetik berikutnya, seluruh kelompok murid sihir itu berubah menjadi kawanan burung liar yang ketakutan, saling bertabrakan dalam kepanikan, berdesakan, terhuyung-huyung melarikan diri ke luar gua.
"Cepat lari, kenapa masih berdiri di situ?!" Zhang Xiaohou melihat He Yu di sebelahnya sudah terpaku ketakutan, tanpa banyak bicara ia langsung mencengkeram lengan gadis itu.
"Ang… ang… angin… orbit angin… sialan!!"
Zhang Xiaohou mencoba menyelesaikan sihirnya, tetapi dengan detak jantung yang berdebar liar, bintang-bintangnya sama sekali tak bisa tersambung.
Biasanya saat latihan, ia sudah mampu menyelesaikan orbit bintang tanpa satu pun kesalahan. Zhang Xiaohou sendiri merasa sihirnya sudah sangat luwes dikuasai. Namun ketika seekor iblis mengerikan berada dalam jarak dua puluh meter, ia menyadari bahwa semua yang dipelajarinya adalah omong kosong!
Bintang-bintang yang biasanya begitu patuh kini seperti anak rusa yang ketakutan, berlarian tak beraturan di dalam debu bintang para murid penyihir itu. Sama sekali tak ada seorang pun yang bisa merapal sihir pada saat seperti ini; semuanya hanya mengandalkan insting untuk kabur ke luar gua.
"Bang Fan, Bang Fan, ce… cepat lari!" Zhang Xiaohou menarik paksa He Yu yang membeku kaku menuju mulut gua.
Saat itu Mo Fan pun tak jauh berbeda dari para murid yang melarikan diri, terutama dalam kekacauan campuran suara jeritan, tangisan ketakutan, bahkan suara orang mengompol — ia pun tak mampu memusatkan pikirannya sepenuhnya untuk melepaskan sihir…
Tidak bisa, aku juga harus lari.
Bintang-bintang Mo Fan bisa tersambung hingga butir keenam, tetapi ketika mencapai butir ketujuh, satu lengkingan dari iblis itu membuat konsentrasinya berhamburan seketika. Mana mungkin ia bisa merapal sihir.
Tak punya pilihan, ia langsung menyambar Zhou Min di sebelahnya.
"Lepaskan aku, aku akan menahan Serigang Iblis Bermata Satu ini, kalian yang lain cepat tenangkan diri!" Zhou Min benar-benar gadis keras kepala yang tak menghargai nyawanya sendiri.
"Otakmu bermasalah, ya?!" Mo Fan langsung saja memikul Zhou Min ke atas punggungnya.
Zhou Min tampak galak, tapi sebenarnya ia hanyalah gadis kecil yang lembut. Setelah berlatih elemen Petir, kekuatan tubuh Mo Fan secara keseluruhan meningkat cukup banyak, jadi memikul Zhou Min sambil berlari bukanlah hal yang terlalu sulit.
Bukan Mo Fan tidak memberi Zhou Min kesempatan merapal sihir, tetapi bahkan dirinya sendiri pada saat seperti ini hanya mampu menyambungkan enam butir bintang. Gadis yang tingkat kultivasinya lebih rendah darinya, bukan hanya satu tingkat, mustahil bisa menyelesaikannya!
Di saat seperti ini, jangan sok pamer wibawa ketua kelas — bisa menyelamatkan berapa orang, selamatkan sebanyak itu.
Mo Fan berlari kencang memikul Zhou Min, suara tangis dan jeritan terasa amat memekakkan telinga.
"Sialan, tak heran para senior di stasiun pos itu menertawakan kami. Ternyata kami yang di sekolah hanya berlatih dengan boneka kayu, ketika menghadapi iblis sungguhan, kami cuma sekumpulan sampah. Tak seorang pun berhasil menyelesaikan sihirnya, reaksi pertama adalah kabur… Tapi kabur sama saja dengan dibunuh satu per satu. Mulut lembah itu kami capai dengan memanjat tali. Paling jauh kami hanya bisa kabur sampai mulut lembah, dan talinya cuma ada satu; yang bisa turun lewat sana hanya segelintir orang."
Pikiran Mo Fan masih agak kacau. Ia berusaha keras menenangkan diri untuk berpikir, tetapi keseraman iblis itu jauh melampaui bayangan mereka.
Rasanya seperti menonton film horor. Jika kau hanya menonton gambarnya saja, film horor tidak seberapa sulit diterima.
Namun begitu kau menyalakan efek suaranya, tingkat kengerian film itu langsung melonjak beberapa tingkat.
Situasi saat ini bahkan bukan lagi soal menonton film horor, melainkan hantunya benar-benar merangkak keluar dari layar, hanya beberapa jengkal dari bola matamu, sampai kau bisa melihat dengan jelas jejak darah yang mengalir dari matanya…
Dalam keadaan seperti itu, tak ada seorang pun yang bisa tetap tenang!
……
Mo Fan berlari cukup cepat. Setelah memikul Zhou Min keluar dari mulut lembah, sebenarnya kedua kaki Zhou Min sudah lemas tak sanggup berdiri karena ketakutan.
Terlalu menakutkan. Semua ini benar-benar terlalu menakutkan bagi mereka, sepuluh bahkan seratus kali lebih nyata dan mengerikan daripada mimpi buruk apa pun yang pernah mereka alami!
"Ya Tuhan, mana talinya?!"
"Jangan, jangan, aku tidak mau mati di sini!!"
"Apa yang terjadi??" Mu Bai dan Xu Zhaoting termasuk dua orang yang masih sedikit waras, tetapi dari penampilan mereka yang kacau balau, jelas mereka juga tak berhasil merapal satu sihir pun.
Yang pingsan ketakutan di dalam gua setidaknya ada sepuluh orang. Dua puluhan orang yang berhasil kabur semuanya berusaha meluncur turun dengan tali.
Namun, talinya hilang!!
Sekarang, kecuali mereka langsung melompat ke bawah…
"Bagaimana ini, apa kita semua akan mati di sini??" Zhao Kunsan menggigil ketakutan sekujur tubuh.
Sebenarnya, selain bau busuk dari napas Serigala Iblis Bermata Satu itu, tempat ini juga sudah dipenuhi bau pesing yang menyengat. Murid-murid dengan selangkangan dan celana yang basah bertebaran di mana-mana.
"Serigala Iblis Bermata Satu itu mengejar keluar. Aku lebih rela jatuh dan mati daripada dimakan hidup-hidup," kata seorang murid elemen Air.
"Sialan, ada begitu banyak yang pingsan di dalam gua, kenapa makhluk itu tidak makan mereka saja dan justru mengejar keluar," ucap Zhao Kunsan.
Zhou Min dan Xu Zhaoting meski takut, mendengar Zhao Kunsan mengatakan hal sekeji itu, mereka langsung menatapnya tajam.
"Kabur tidak ada gunanya, kita harus bersatu menghadapinya."
"Menghadapi bagaimana, aku bahkan lupa elemen apa yang kupelajari."
……
……
Tiga ratus meter dari mulut lembah, terdapat sebuah panggung batu yang menjorok keluar dari dinding gunung.
Di posisi panggung batu itu, Instruktur Utama Zhan Kong, instruktur Luo Yunbo, Pan Lijun, serta pemanggil bernama Bai Yang semuanya berdiri di sana. Mereka sedang memandang dari ketinggian ke arah kerumunan murid yang terkurung di mulut lembah.
Pemanggil bernama Bai Yang itu sudah tak berhenti tertawa sampai memegangi perutnya. Dengan penglihatannya, ia bisa melihat dengan jelas salah satu murid yang ketakutan sampai mengompol dan lemas terkulai di sana.
Instruktur Utama Zhan Kong memandangi sekumpulan murid yang tak seorang pun berhasil melepaskan satu sihir, dan terus menggeleng-gelengkan kepala.
Sungguh mengecewakan.
Ia tadinya berpikir angkatan murid SMA Sihir Tianlan kali ini punya sedikit kemampuan, siapa sangka sampai sekarang belum ada satu orang pun yang mampu merapal sihir.
Orang-orang berkata murid-murid adalah sekumpulan penyihir yang hanya bisa bicara kosong, dan kenyataannya memang demikian. Sekolah menghabiskan begitu banyak sumber daya untuk membina mereka, tetapi ketika benar-benar menghadapi iblis, keadaan mereka justru seperti ini.
Tiga guru — Zhang Jianguo, Xue Musheng, dan Chen Weiliang — saat itu juga berwajah malu.
Seberapa besar kemampuan murid-murid, mereka semua tahu. Sekolah biasanya hanya mengejar nilai kultivasi murid, supaya laporan mereka terlihat bagus. Sedangkan soal praktik, sebagian besar ya dilewati begitu saja.
Pertempuran praktik itu memang harus dijalani sendiri; bagaimana mungkin sekolah bisa mengajarkannya?
"Hm? Ada yang berhasil melepaskan sihir." Luo Yunbo bermata tajam, ia melihat ada seberkas cahaya putih berkilau di mulut lembah yang jauh di sana.
"Itu elemen Es… orang itu sepertinya Mu Bai!" Wajah Xue Musheng langsung berhias senyum.
Chen Weiliang dan Zhang Jianguo pun buru-buru melihat ke sana. Benar saja, orang pertama yang melepaskan sihir adalah Mu Bai.
Hawa embun beku putih melingkupi area tempat Mu Bai berada. Roh-roh kecil embun beku itu berubah menjadi barisan tentara yang menyerbu maju, dengan cepat menyelubungi keempat kaki Serigala Hantu yang sudah keluar dari gua!
"Hm, catat itu," kata Instruktur Utama Zhan Kong.
"Yang satu ini keturunan Keluarga Besar Mu. Terpengaruh didikan keluarganya, ia sendiri memang punya aura khas anak keluarga besar. Kualitas mental dan kemampuan beradaptasinya jauh lebih kuat daripada murid-murid lain," Xue Musheng buru-buru menjelaskan.
Anak keluarga besar tetaplah anak keluarga besar. Murid-murid lain masih dalam keadaan mental runtuh, sementara Mu Bai sudah bisa menenangkan hati dan melepaskan sihirnya.
Mampu melepaskan keahlian elemen Es-nya — Sulur Es — dalam ketakutan semacam itu, Mu Bai sudah bisa mendapatkan nilai istimewa A.
Sekarang, tinggal melihat apakah murid-murid lain bisa menenangkan diri.